![]() |
| Bidadari Harpa (@ flikie.com) |
Wahai penguasa kesunyian, raja yang bertakhta di singasana mimpi. Taruhlah kedua tanganmu di atas kepalaku dan ijinkan aku membawa pikiranku menikmati nyanyian lembut yang melenakan jiwa manusia.
Sungguh, aku tak dapat bertahan dalam kebisuanku tanpa makna ketika kau dan serdadu-serdadumu datang menjelang kelelahan jiwaku.
Dengan mahkota yang berhiaskan butiran permata inspirasi dan tongkat emas yang memancarkan kemilau imaji, kau perintahkan mereka untuk tepati janjiku kepadamu bercerita tentang kebenaran rasa dan asa.
Hampir aku memasrahkan diri kepada waktu dan tak kudengarkan suaramu yang mengusik batinku. Semakin keras kau dan penghuni istanamu berteriak kepadaku, semakin aku pasrah, terkulai jiwaku dalam penantian rindu kepada mentari.
Kali ini kau datang dengan amarahmu yang lembut nan perkasa. Kau sendiri yang bangunkan tubuhku. Kau tuntun aku kepada nyala sebuah lilin.
Kau duduk di dekatku dan berkata;
“Nak, tepatilah janjimu kepadaku. Aku sang penguasa malam telah mendengar keinginanmu yang terdalam tentang apa yang ingin kau bagi kepada manusia.
Lakukanlah sekarang!. Aku tak ingin semua tentang keinginanmu itu hanya menjadi batu yang akan dilemparkan kedalam lautan kekecewaan yang akan membuatmu binasa dalam keterasingan yang abadi.
Ombak keputusasaan kan silih berganti menghancurkan karang nurani, menimbulkan gemuruh, sehingga mereka tak dapat lagi mendengarmu dan akan mengenangmu hanya dalam kemalangan jiwamu.
Lakukan, lakukanlah sekarang!. Aku akan bersamamu dan tak ada yang mustahil jika kutemui penguasa terang agar ia juga membimbingmu agar tetap kau ceritakan kisahmu itu.
Suara para penghuni istanamu sesungguhnya telah lama berteriak kepadaku. Memintaku untuk mengisahkan kepada segenap keturunan matahari tentang sebuah kisah yang selalu ada sepanjang zaman."
"Baiklah, mulai saat ini aku akan teruskan niatku, janjiku padamu tentang rahasia dari sebuah kebenaran yang bersembunyi dalam setiap asa nafasku.
Namun janganlah kau ubah ini menjadi dosa yang akan kutanggung, sebab jwa telah merayu diriku tuk terlelap dalam pangkuanmu.
Biarlah keheningan wajahmu yang tersenyum padaku, menjadi tanda baru agar kujadikan kekuatan dalam mewujudkan apa yang telah kau dan aku sepakati."



0 comments:
Post a Comment