![]() |
| Lutung bingung |
Ketetapan dibuat didalam saung,
Tapi, ada sekelompok lutung,
Berteriak-teriak dengan niat buntung.
Bagi mereka belumlah usai sebuah tarung.
Sebab juang harus berakhir untung.
Tanggung, duit habis beribu karung.
Tak peduli garuda lebam dan murung,
Sekalian saja lanjutkan tarung.
Tuhan bingung, sangat bingung!
Sekelompok lutung tak malu tanpa sarung.
Ketika raja meraung,
Tak segan lutung kan bawa pentung.
Tapi, besok hari paling ujung,
Wasit harus berani, tegar tanpa bingung.
Langit tak perlu menyulam mendung.
Kebenaran harus diusung.
Biarkan saja mereka jadi kacung,
Ngoceh-ngoceh tanpa juntrung,
Maklum, murka dibadan masih dikandung.
Begitulah kalau ribut itu lutung.
Kelangit, tinggi jari-jari diacung,
Merasa diri paling disanjung,
Lupa, kalau mereka sedang linglung.
Berjalan saja sudah limpung.
Ya, bagi mereka belumlah usai sebuah tarung.
Sebab juang harus berakhir untung.
Tanggung, duit habis beribu karung.
Tak peduli ibu pertiwi murung,
Sekalian saja lanjutkan tarung.
Tuhan bingung, sangat bingung!
Sekelompok lutung tak malu tanpa sarung.
Besok, dihari yang paling ujung,
Ketetapan dibuat didalam saung,
Biarkan saja itu sekelompok lutung,
Berteriak-teriak dengan niat buntung.
Tak perlu kau ikut-ikut bung,
Saksikan saja itu lutung mutung.
Lebih baik kau bersenandung.
Damai di dada jadikan kalung.
Sebab kebenaranlah yang paling ulung.
Merdeka damai Bung.!
#Salam5Jari
Seruni, 21-07-2014



0 comments:
Post a Comment