HurufHening

Sunday, April 3, 2011

Romantisme (Part 2)

Seorang pria yang "menyuapi" burung kecil. (@ topwalls.net)
Romantisme itu seperti seorang pemburu yang pergi ke hutan. Setibanya dia di hutan itu, dia tak menemukan apa yang dia cari. Sesekali dia membidikkan senapannya, namun secepat itu pula sasaran itu pergi.

Kemudian dia duduk di atas permadani belantara itu. Tak sengaja pandangannya tertuju pada seekor burung kecil yang begitu indah, yang terbang kesana-kemari mencari sari bunga pepohonan dan anggrek hutan.

Dia terpesona akan keindahannya. Seketika itu juga nalurinya sebagai pemburu hilang di antara celah dedaunan melintasi ujung-ujung pepohonan menuju langit.

Dia terhipnotis oleh pesona burung kecil itu. Ia tak mau beranjak pergi sembari berharap burung itu mau datang ke atas pundaknya dan bernyanyi dalam kicauan merdu asmara belantara. (Baca juga : Romantisme-Part 1)

Ya, sesekali burung itu datang. Kemudian terbang lagi. Datang dan terbang lagi. Pemburu itu hanya terdiam dalam pengharapan. Ada keinginan dalam hatinya agar burung kecil itu berada dalam genggamannya untuk didekatkan ke wajahnya dan berbicara melalui mata dalam bahasa hati.

Namun pemburu itu hanya dapat bersabar. Ada nuansa yang tulus melepaskan burung kecil itu terbang dalam keceriaannya. Dalam hatinya pemburu itu berkata, 

“Biarlah aku tetap disini, memandang keindahan kepakan sayapmu, mendengar kicauan khasmu. Aku ingin berbaring disini sambil kupandangi dirimu terbang di antara pepohonan.

Aku akan menantimu datang di atas dadaku, pandangi dirimu dengan senyuman. Semoga dapat ku belai lagi dirimu walau tanpa kata-kata, sebab aku tak ingin sedikitpun bulu-bulu indahmu terlepas dari tubuhmu. Aku terlanjur mengagumimu, sementara aku tak tahu kemana arah jalan pulangku."

Romantisme (Part 2) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Kepala Jiwa

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

HurufHening