![]() |
| Sang Dewi (@ marinshe.deviantart.com) |
Saat ini kurasakan kerinduan mengalir membasahi dataran hati. Senyuman sang dewi yang telah lama hilang, kini kutemukan dikala fajar menghantarkan bunga-bunga menebarkan aroma cinta keseluruh alam.
Sang dewi, kini kau hadir. Di kedalaman hatiku sebuah nyanyian tanpa kata-kata terucap. Sebuah nyanyian yang hidup di urat kayu hatiku. Kala pertama kali kupandangi engkau, mata terjerat kaku. Seperti pandangan yang tertuju pada sebuah lukisan istana.
Sang dewi, kecantikan dan keindahan cintamu memancarkan suatu misteri jiwamu yang paling dalam. Tutur katamu yang halus kau gunakan untuk menenun kelembutan hatimu. Cahaya di wajahmu diambil dari warna-warna pelangi, dan ditaburi kerlip bintang-bintang angkasa.
Desahan nafasmu merambah diantara celah-celah lembah dan ngarai, menggairahkan rerumputan tuk selalu menari. Rambutmu yang indah menggoda sang angin tuk merayunya. Senyumanmu selalu meghangatkan hatiku dari dinginnya badai salju.
Sang dewi, pertemuan kita diawali dari lirikan pertama yang terbang melayang dan singgah di istana cintamu. Yaitu sebuah lirikan yang mnyerupai roh suci yang melintas diatas permukaan lembah, diantara kaki langit.
Oh alam, tak dapat kubalas kemuraha hatimu. Kau pertemukan aku yang jauh berasal dari ujung-ujung sepi kepada sang dewi pemilik taman cinta, yang ditumbuhi bunga-bunga mengelilingi puri asmara.
Pertemuan dengan sang dewi adalah pertemuan yang terjadi di puncak yang paling tinggi dan berada di antara batas ufuk timut dan barat. Surya datang membawa pagi, awal cerita. Disambut keceriaan segala rerumputan yang basah oleh tetesan embun senyuman sang dewi. Siang menjelma didalam kalbu, menghantarkan pesonamu memasuki lamunan dan melintasi alam pikiran dan khayal.
Ketika senja mengajak surya pulang, cakrawala magenta menitipkan sejuta kenangan di dalam puri asmara. Ketika bulan memperlihatkan wajahnya di balik selimut angkasa, bintang-bintangpu turun menghadirkan sang dewi memasuki pelataran jiwaku di dunia mimpi. Pertemuan dengan sang dewi membuatku lupa akan masa lalu.
Apabila ombak setia menemani pasir-pasir di pantai, bersediakah kau sambut kedatanganku? Kan kubawakan seutas benang asmara yang dianyam dari partikel-partikel cinta.
Kan kuberikan ramuan beraroma surgawi yang diracik tabib-tabib para dewa. Sebuah syair kan kulantunkan dan akan diiringi dengan irama alam dimana desiran air di sungai-sungai berbatu dan desahan angina akan memanjakan kaki pegunungan. Semua akan menjadi merdu. Menembus sukma yang melebihi dalamnya samudera dunia.
Sang dewi, saat ini aku yang berbicara kau yang mendengarkan. Bibirku kata-kata dari bisikan halus nuraniku. Sesungguhnya aku merasa kecil dihadapanmu, tapi aku terlanjur jatuh kedalam jurang kekagumanku.
Sang dewi, maafkanlah aku. Apakah aku salah..?
Engkaupun tahu bahwa seluruh isi jagat raya tak mampu menatapmu. Kelembutan hatimu menyilaukan ciptaan para dewa. Kini kau bertakhta di atas singgasana emas yang didulang dari telaga asmara seorang permaisuri.
Sang dewi, terima kasih atas perjamuanmu. Telah kau berikan kepadaku secangkir anggur yang sangat istimewa. Telah kau perlihatkan keramahanmu yang merupakan symbol dari seulas senyuman.
Bolehkah malam ini kutemui engkau di taman mimpi, diantara bunga-bunga tidur ? Disana kan kulihat mutiara yang tersimpan dalam hatimu. Ijinkan aku untuk menyentuhnya.
Ditulis tanggal 11 Juni 2000



0 comments:
Post a Comment